Pengalaman Bersekolah di SMPN 1 Magetan
Halo-halo teman blogger semua...!!
Pada kesempatan kali ini aku ingin membagikan cerita tentang pengalamanku selama bersekolah di sekolah menengah yang berada di ujung barat Provinsi Jawa Timur. Kota tempat aku bersekolah ini berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Tengah lohh..., hihi udah ketebak belum dimana tempat aku menimba ilmu?
Iya betul, saat ini aku sedang belajar di sekolah mengah yang ada di Kabupaten Magetan yaitu SMP Negeri 1 Magetan dan sekarang aku sudah duduk di bangku kelas 9E, alias sebentar lagi aku sudah mau lulus dan bergegas masuk SMA. Banyak sekali pengalaman yang aku dapatkan selama menimba ilmu di SMP ku tercinta ini. Saking banyaknya, mungkin bisa aku buatkan novel, hehe bercanda yaa. Pokoknya banyak hal yang aku peroleh selain mengikuti kegiatan belajar, aku juga aktif mengikuti kegiatan di luar pelajaran seperti ikut serta dalam kegiatan Pramuka dan menjadi bagian dari Dewan Penggalang. Nah... supaya lebih tertata, gimana kalau cerita ini aku mulai dari awal pertama kali masuk sekolah? boleh ya...
Kalian tahu gak, aku punya fun fact loh, sebenarnya aku bukan akamsi di Magetan (wiiidiihh akamsi gak tuh). Sebelumnya aku bertempat tinggal di luar pulau Jawa mulai dari lahir sampai SD. Aku baru menetap di Kabupaten Magetan saat aku memasuki kelas lima SD di semester dua dan lokasinya terbilang jauh dari pusat Kota. Jadi, saat pertama kali aku melangkahkan kali memasuki gerbang SMP, aku sangat asing dengan semua orang disana. Beneran sama sekali gak ada orang yang aku kenal apa lagi orang yang kenal sama aku, sudah pasti gak ada. Waktu itu aku masih merasa jadi orang asing saat memasuki aula sekolah untuk berkumpul. Jangankan bercanda, mau mengajak kenalan orang yang ada di samping kanan kiri atau depan dan belakangku pun aku ragu dan takut, karena aku cuma bisa pakai bahasa Indonesia sementara yang lainnya memakai bahasa Jawa. Aku juga memperhatikan orang-orang yang ada di sekitarku itu dan berpikir "oh kayaknya mereka bisa cepet berbaur dan akrab karena sudah saling kenal sebelumnya gara-gara satu SD." Aku pesimis banget takut gak dapet teman๐
Dan benar aja di kelas tujuh ternyata ada beberapa anak yang sudah berteman satu sama lain saat mereka masih di sekolah dasar. Memang di awal-awal aku masih sulit bergaul dan menyesuaikan diri dengan teman-teman kelas, tetapi lama-kelamaan aku sudah mulai terbiasa dan bisa berbaur sampai akhirnya mendapat teman baru. Meskipun kendala bahasa ini terkadang menyusahkan saat aku dan temanku sedang bercanda, tetapi seiring waktu aku tetap berusaha untuk belajar menggunakan bahasa Jawa, yaa walaupun logatnya masih belepotan hehe, at least I have try my best. Oh iya, kayaknya aku jadi lebih mudah mendapatkan teman karena kpop deh. Anak cewek yang satu kelas sama aku kebanyakan suka korean pop. Untungnya dulu waktu aku masih di luar Jawa teman-temanku kenalin aku ke dunia korea ini, jadinya aku gak buta dengan trend korea pada jamannya.
Aku bahas sedikit yaa, dulu aku pertama kali ngestan idol korea tuh girlband SNSD atau Girls Generation, dan aku suka Tiffany. Tahu gak sih, saking sukanya sama SNSD sampai-sampai aku bikin akun Facebook di Warnet dan nama akun punyaku waktu itu Salma Wulandari Tiffany. HAHAHAHAHAHAHAHAHA, teman-temanku juga sama aja, nama akunnya pake nama mereka, terus dikasih embel-embel nama bias mereka di depan atau di belakang nama asli mereka. Seru banget deh dulu tuh kalo main korea-koreaan dan lucu banget kalau diingat-ingat, SONE parahhh pada masanya.
Oke, kita kembali lagi ke cerita kelas tujuh yaa. Tahun 2013 itu lagi musimnya EXO naik daun, aku dulu gak tau itu boyband apa. Aku kira boyband dari China, eh ternyata mereka adiknya SNSD dan Super Junior karena berasal dari agensi yang sama. Pokoknya aku beruntung banget bisa kenalan sama satu sampai dua anak di kelas yang punya kesukaan yang sama yaitu kpop. Jadinya gak canggung banget waktu sudah kehabisan topik pembicaraan.
Gak kerasa lewat juga masa-masa kelas tujuh itu dan aku beranjak naik kelas delapan. Lagi-lagi di kelas delapan ini aku dihadapkan dengan teman-teman baru karena siswa-siswi kelasnya dirombak. Ganti kelas ganti teman juga. Dibilang capek ya sudah pasti capek, kami harus mengulang semuanya dari awal dimana kita harus beradaptasi dengan teman-teman baru yang tentu saja memiliki karakter yang berbeda. Kalau boleh jujur, selama mengikuti pembelajaran aku ini orangnya tengah-tengah alias gak pintar-pintar amat dan gak bodoh juga. Yaa rata-rata deh. Cuman di sini aku mau kasih tau satu pengalaman yang memalukan buat aku dan sampe sekarang aku masih ingat jelas, kayaknya sih selamanya bakalan aku ingat terus.
Jadi waktu itu ada satu pelajaran sebut saja pelajaran IPA, ibu gurunya memberikan soal kemudian kita harus menjawab di papan tulis. Kayaknya hari itu aku lagi kena apes, aku dapet soal yang aku gak tau jawabannya karena buat aku itu soal yang susah. Selama satu jam pelajaran aku terus berdiri di depan kelas, ASTAGA AKU MALU SEMALU-MALUNYA ORANG MALU. Kayak buset bodoh banget aku gak bisa jawab soal di depan teman-teman sekelas. Sampai akhirnya ada salah satu temanku yang memberitahu aku jawabannya. Rasanya senang sekali aku akhirnya bisa kembali duduk di bangkuku, tapi malu yang aku rasain masih belum hilang bahkan sampai sekarang kalau aku lagi bengong trus keingat kejadian itu rasanya mau menghilang dari bumi dan pergi ke planet mars. Namun, setidaknya dari peristiwa tidak menyenangkan itu aku bisa mengambil pelajaran bahwa aku harus belajar lebih giat lagi agar dikemudian hari kejadian seperti itu tidak terulang.
Udah deh itu aja cerita malu-maluinnya, sekarang gantian ke bagian serunya. Awal tahun 2015 kalau tidak salah di bulan Maret sekolah kami mengadakan study tour untuk anak kelas delapan ke pulau dewata Bali. Aku sangat sangat sangat antusias, siapa yang tidak senang bisa jalan-jalan ke Bali yang mana aku belum pernah membayangkan bagaimana rasanya pergi ke salah satu dari sekian banyak pulau yang indah di Indonesia. Aku penasaran bagaimana rasanya melihat pantai, bagaimana rasanya naik kapal, bagaimana rasanya melihat turis berwarga negara asing di sana, pasti seru sekali. Apa lagi kegiatan ini dilakukan bersama teman-teman.
Perjalanan study tour ke Bali sangat menyenangkan. Senang sekali rasanya berkesempatan melihat kebudayaan yang berbeda dan juga indah dari pulau lain di Indonesia. Selain itu, aku juga dituntut untuk mandiri karena bagiku ini pertama kalinya aku berpergian jauh dari rumah tanpa didampingi orang tua. Sebenernya sebelum ini juga pernah sih waktu aku mengikuti kemah sebagai salah satu persyaratan untuk menjadi anggota Dewan Penggalang. Kalau tidak salah acaranya ada di daerah Jamus, di pegunungan yang banyak kebun tehnya. Tapi yaa, itu kan hitungannya masih dekat dengan kota tempat aku tinggal dan tidak menyebrangi pulau mengarungi selat bali dengan menggunakan kapal ferry.
Pada akhirnya keseruan dan segala lika-liku yang aku lalui sudah berlalu. sekarang aku sudah resmi menjadi anak kelas tiga SMP alias kelas sembilan. Di tahun ini kami semua kembali ke kelas kami yang dulu, kelas dan teman yang sama seperti kelas tujuh. Tapi ada yang beda, setiap kelas ada tambahan dan pengurangan siswa dan siswi, makanya di kelasku ada dua anak yang sebelumnya berbeda kelas denganku saat kelas tujuh dan sekarang jadi satu kelas. Mereka ternyata cukup cepat membaur dengan teman-teman sekelas, mungkin karena meraka berdua laki-laki. Oh iya, aku juga sudah kenal mereka sebelumnya di kelas delapan karena kami satu kelas.
Yap, begitulah pada intinya sekarang aku adalah bagian dari anak angkatan paling tua di SMP, sudah naik kelas tiga. Ini adalah tahun dimana aku harus lebih serius lagi dalam belajar karena aku dan teman-teman seangkatan akan menghadapi Ujian Nasional yang sepertinya akan dilaksanakan pada bulan Mei. Semoga angkatan kelas sembilan tahun ini bisa lulus dengan nilai yang baik.
Wahhhhhh, gak terasa ternyata aku sudah menulis banyak di sini. Sepertinya sudah saatnya aku menyudahi cerita pengalaman yang aku lalui selama aku bersekolah di SMPN 1 Magetan ini. Senang sekali bisa berbagi kisah dengan kalian. Sampai jumpa lagi ya...๐
Komentar
Posting Komentar